Senin, 14 November 2016

Opini Publik 04 November 2016

Eps.7

Assalamualaikum …

Opini Publik 04 November 2016

Ini karena apa...

            Seyogyanya sedia payung sebelum hujan , pribahasa ini disematkan pada pristiwa 04 November 2016. Dimana pada hari itu aksi damai digelar oleh sebagian umat islam yang ingin menemui bapak Presiden Joko Widodo , untuk menyampaikan orasi perihal penistaan agama dipidatonya Gubernur Jakarta, Tjahaya Basuki Purnama yang kerap dipanggil “Ahok”. Dari peristiwa ini umat islam berunjuk rasa di depan istana kemerdekaan dan bundrah H.I ,serta memadati daerah di titik ibu kota Jakarta.


            Masyarakat tergugah dengan ihwal penistaan agama , meski beberapa peristiwa tentang penistaan agama terjadi di indonesia. Tapi respon dari sebagian kalangan hanya berdiam diri . Namun, ketika di bawa satu ayat yakni surat Al-Maidah ayat 51 , seantero Insonesia menjadi viral akibatnya. Kemana selama ini umat islam, apa yang dilakukan saat ada penistaan-penistaan lain sebelum ini.


Dengan hal ini tidak sedikit umat islam pun yang baru mengetahui tentang isi kandungan ayat tersbut , jika dikaji jika dengan satu penistaan terjadi umat islam berduyun-duyun untuk berdemonstrasi yang terjadi saat ini maka bagaimana dengan peristiwa sesudahnya. 


Dengan langkanya peristiwa ini menimbulkan spekulasi siapa yang melatar belakangi di balik peristiwa 04 November 2016 , akankah orang-orang politisi yang punya kepentingan dan merauk untung dari peristiwa ini ,karena dengan hal ini “Ahok”  sedang mencalonkan diri menjadi Gubernur setelah peiode kepemimpinan yang dlu  dan bersanding dengan bapak Joko Widodo, menjadi penghambatan kampanye dan dan aktivitas lainnya.


Berbagai pertanyaan dan pendapat muncul dalam peristiwa ini. Apakah hanya pembelaan umat islam terhadap agamnaya atau kan pengalihan isu dari peristiwa penting yang terlewatkan dengan adanya akdi 04 November 2016 ini. Apapun itu hal yang terjadi siapa yang tau ap sebenernya yang terjadi.


Itulah beberapa pemaparan yang dikumpulkan penulis , semoga bisa menjadi referensi serta bila ada kekurangan maupun kesalahan , akan penulis terima sebagi motivasi penulis dikemudian hari . Terimaksih 


Wassalam...


Share:

Sosiologi Komunikasi

Eps.6

Assalamualaikum…

4 November 2016
            Begitu hebatnya dimana hampir ribuan bahkan lebih orang berduyun-duyun yang datang dari berbagai daerah pelosok Indonesia memadati titk pusat Jakarta untuk menggelar aksi damai. Sebagian umat muslim datang untuk menunjukan dan mengungkapkan apa yang mereka rasakan , melakukan protes terhadap penistan agama yang dilakukan oleh Gubernur Jakarta “Ahok”,ditengah problematika yang di alami Indonesia , pada 4 November menjadi momentum bahwa umat islam tak berdiam diri dan berpangku tangan saat ada yang mengusik ideologi dan agamnya.

            Berikut analisisnya, dilihat dari beberapa faktor;

1.      Kelompok Sosial
Aksi 4 November ini membentuk kelompok sosial yang meiliki kesadaran jenis dan berhungan satu dengan yang lainnya meskipun tidak terikat di satu organisasi yang sma , namun tetap kuat dan bersatu atas nama umat islam.

2.      Strata Sosial
 Massa yang datang bukan hanya dari satu lapisan , tapi juga juga dari kalangan atas dan bawah di masyarakat , berangkat dengan kendaraan bermotor,bus,mobil pribadi dan angkutan umum lainnya . Bukan hanya kalangan tertentu yang terlibat,bukan hanya dari beberapa golongan ormas tetapi juga semua yang lapisan masyarakat yang hadir untuk menggelar aksi damai .

3.      Komunikasi Sosial
Dengan peristiwa penistaan agama ini ,membangunkan semangat serta ukhuwah umat islam untuk berkoar dan akhirnya menggelar aksi damai pada tanggal 4 November beberapa hari yang lalu . Sikap yang muncul dan menjamur ini berhasil menyulut dan menggugah emosional masyarakat yang beragama islam.Interaksi soasial terjadi pada peristiwa ini bahkan jika pada biasanya kelompok-kelompok tertentu jarang bahkan sulit untuk dipertemukan, namun dalam kesempatan ini dapat bersatu membentuk dalam sebuah barisan berjuang diatas nama yang sama.

4.      Psikologi Soaial
Aksi damai ini di gelar memberikan dampak yang luar biasa menampakan bagaimana masyarakat yang beragama islam untuk berskumpul serta menguatkan ukhuwah islamiyah , bukan anarkis dan sikap urakan yang terjadi , tetapi di aksi damai ini yang di bawa oleh masa adalah alat kebersihan seperti trashbag, pengki dan sapu . Meskipun menjelang malam ada beberapa konflik yang ditimbulkan oleh propokator hingga aparat menembakan gas air mata . Sehingga ada beberapa orang menjadi korban termasuk bebrapa ulama besar Indonesia. Serta keterlibatan non-muslim yang turut hadir dalam barisan, untuk kepentingan keamanan akhirnya beberapa orang yang diketahui non-muslim di tahan dan diamankan polisi.

            Indahnya ketika ukhuwah islamiyah terjalin , sayangnya semua terlihat saat ada peristiwa viral terjadi, semoga dengan ini bisa menjadi awal umat islam bangun dan bergerak maju menepati haknya sebagaimana mestinya membela dan menjaga keimanan serta tetap istiqomah membangun ukhuwah islamiyah yang kuat.

Itulah beberapa pemaparan yang dikumpulkan penulis , semoga bisa menjadi referensi serta bila ada kekurangan maupun kesalahan , akan penulis terima sebagi motivasi penulis dikemudian hari . Terimaksih 

Wassalam …



Created :

Nama               : Imelda Framesti
NPM               : C1021511RB1004
Jurusan            : S1 Ilmu Komunikasi
Mata kuliah     : Sosiologi komunikasi
Universitas Sangga Buana YPKP Bandung


Share:

Perbedaan Kerumunan (Crowd),Publik dan Massa

Eps.5
Assalamualaikum…

Perbedaan Kerumunan (Crowd),Publik dan Massa

            Pada beberapa kejadian dan peristiwa sering kali menyedot perhatian orang banyak baik berbentuk sekumpulan kerumunan (crowd) ,publik dan massa . Diantara ketiganya sama-sama melibatkan lebih dari dua sapai 5 orang dan bisa mencapai seribu sampai tak terbilang . Ini bisa terjadi pada ssat-saat tertentu dimana kejadian ini viral dimasyarakat dan mengundang penasaran orang banyak ataupun menjadi perhatian orang banyak.


            Dari semua aspek,bagaimana orang banyak ini bisa berkumpul terbagi menjadi tiga, yaitu kerumunan (drowd),publik dan massa, dan berikut perbedaanya.


1.       Kerumunan (Crowd)
Kerumunan adalah suatu perkumpulan antara diri sendiri dengan orang banyak yang dapat menimbulkan sifat panik,emosional,bahagia atau senang serta sifat yang mencerminkan perilaku tidak bermoral dimata Kerumunan adalah perkumpulan orang-orang yang sama saat punya kepentingan yang sama .
Contoh :
·         terjadi kecelakaan dijalan raya dan oarang-orang berkerumun untuk menolong korban atau hanya sekedar melihatnya.
·         Diskon 50% di suatu pusat perbelanjaan.
Kerumunan dapat diartikan individu-individu uang bergabung atau menghimpun diri untuk mengerubungi sesuatu. Kerumunan lebih mudah di hasut dan digerakan dari pada massa dan publik, Objek yang menjadi perhatian kerumunan adalah kejadian yang sedang terjadi saat itu.



2.      Publik
Public dalam bahasa indonesia diterjemahkan sebagai “Publik”, yaitu salah satu kelompok dalam masyarakat dimana didalam masyarakat yang sifatnya heterogen terdapat sekelompok orang yang sifatnya homogen . Yang homogen inilah yang dapat dikategorikan sebagai publik.Secara universal publik adalah “ Sekelompok orang yang mempunyai minat ddan perhatian yang sama terhadap sesuatu hal”. Dikatedorikan menjadi empat golongan ;

1.      Publik secara Kuantitatif
Publik terbentuk jika didalamnya memenuhi syarat jumlah.

2.      Publik secara Geografis
Publik adalah jika didalamnya terdapat tanda adanya sejumlah otang yang berkumpul bersama-sama disuatu tempat/wolayah tertentu.

3.      Publik secara Psikologis
Publik adalah jika didalamnya ditandai dengan adanya sejumlah orang yang sama-sama mempunyai minat dan perhatrian yang sma terhadap suatu hal .

4.      Publik secara Sosiologis
Publik ditandai dengan adanya sejumlah orang yang mempunyai keinginan yang sama,dasar yang sama, dan berkehendak untuk memecahkan masalah sosial secara bersama-sama.



3.      Massa
Massa secara umum berbeda dengan pengertian massa dalam komunikasi, orang yang tudak saling mengenal , berjumlah abnyak,anggitanya heterogen,berkumpul si suatu tempat dan tidak individualistis. Massa memiliki kesadaran diri yang rendah, tidak dapat bergerak dengan terorganisir, tidak bertindak untuk dirinya sendiri melainkan terdapat "dalang" di belakangnya yang berfungsi memanipulasi mereka. Ini berbeda pengertiannya bila dikaitkan dengan ilmu komunikasi. Massa dalam komunikasi lebih merujuk pada penerima pesan media massa atau disebut audience..

Itulah beberapa pemaparan yang dikumpulkan penulis , semoga bisa menjadi referensi serta bila ada kekurangan maupun kesalahan , akan penulis terima sebagi motivasi penulis dikemudian hari . Terimaksih 

Wassalam…


Thanks to

Sumber

Buku

Yulianita,Neni.,2012,Dasar-dasar Public Relations.Bandung:Pusat penerbit Lembaga penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Ilman Bandung (P2U-LPPM UNISBA)


Intaernet

Hanifsos.blogspot.co.id
Kompasiana.com
https://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_sosial



Share:

Selasa, 08 November 2016

Publik,ciri & kategorinya

Eps.4
Assalamualaikum wr wb

Publik,ciri & kategorinya

1. Pengertian Publik
            Dalam ruang lingkup hidup manusia erat kaitannya dengan masyarakat sampai tak bisa dipisahkan karena seseorang hidup memiliki lingkungan dimana dari kanan maupun dari kiri ini ada manusia lain dengan hitungan yang bukan satu dan dua orang terkecuali hidup di daerah yang jauh dari pemukiman. Dengan kata lain hidup manusia selalu berhubungan mengingat bahwa manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa hisup sendiri untuk memenuhi kebutuhannya. 


            Sekelompok manusia yang terdiri dari jumlah manusia yang tak sedikit ini membrntuk sebuah kelompok yang dinamakan publik . Publik adalah sekelompok orang (atau satu orang) yang jelas, yang menjalin atau harus menjalin hubungan istimewa dengan perusahaan. Dalam definisi sederhana, publik juga bisa diartikan sebagai banyak orang atau juga umum. Seperti makna dari ruang publik, konsumsi publik, dan lain sebagainya. 


Berikut ini adalah pengertian dan definisi publik:

 NIELS MULDER

Publik adalah pihak yang menerima, dan karena pembangunan ekonomi adalah tujuan kebijakan yang paling menonjol, maka bisnis dan negara atau politik uanglah yang menjadi pemain utama dalam gelanggang politik

IMMANUEL KANT

Publik bukan lagi para pejabat atau institusi politis, melainkan masyarakat warga (civil society) yang kritis dan berorientasi pada kepentingan moral universal umat manusia

 SUKADJI G

Publik adalah sejumlah orang, yang dalam kesempatan tertentu, di tempat tertentu, akan berkomunikasi dengan kita

 LATIPAH HENDRATI

Publik adalah komunitas masyarakat tertentu

            Dari beberapa ahli menyatakan publik dari segala sudut pandang namun yang bisa kita pahami adalah publik terdiri dari sejumlah orang yang ada karena kepentingan yang sama dengan segala ketentuan yang sama  namun memungkinkan untuk tidak saling mengenal satu sama lain . 


            Publik dari mata Jurnalistik maupun Public Relations memiliki bebrapa kesamaan yaitu , sama-sama menjadi objek . Jurnalistik menjadikan Public sebagai objek , sasaran , yang mendapatkan efek ,serta pemeran dalam beberapa hal sedangkan Public Relations mengarahkan bahwa Pulik juga sebagai objek,sasaran untuk membina hubungan baik ,sebagai responden serta penilai dari kinerja maupun usha dari seorang Publik Realyions sebagai perwakilan sebuah perusahaan maupun instansi.

2. Ciri-ciri Publik
  • Tidak direncanakan
  • Terbentuk karena ada perhatian yang di satukan ,seperti pendengar radio dl
  • Tidak ada interaksi secara terus menerus
  • Tidak ada kesadaran berkelompok
  • Kehadiranya tidak konsta


3. Kategori didalam Publik

1.Non publik
            Yaitu Publik yang tidak tercampur karena pengaruh atapun terpengaruh organisasi .
Contoh:
Seorang penyapu jalanan yang ada di daerah Subang tidak akan memiliki pengaruh dan tidak akan dipengaruhi oleh publik yang ada di Jakarta.

2. Publik Laten

Yaitu kelompok atau Publik yang menghadapi masalah tertentu sebagai akibat tindakan perusahaan, namun mareka tidak mengetahui akibat tersebut sebagai produk perusahaan
Contoh :
Sebuah perusahaan yang akan membangun gedung dan melakukan perluasan tanah yang akan mengurangi populasi tanaman hijau di derah teersebut namun, publik tersebut tidak menyadarinya .

3. Publik sadar
Yaitu Publik  yang mengetahui adanya  permasalah
Contoh :
Sebuah Super Market akan membangun cabang baru diderah tersebut dan menyebarkan informasi perihal pembangunan Cabang Super Market tersebut.

 4. Publik apatis
Yaitu publik yang pada dasarnya tidak peduli dengan seluruh permasalahan yang teerjadi di sekiar dirinya maupun yang meninpanya dan secara umum tidak termasuk publik.

5. Publik aktif
Yaitu kelompok melakukan sesuatu terhadap masalah tertentu merespn dan menanggapi persoalan yang dihadapi.
Contoh :
Publik yang mengadakan unjuk rasa maupun komplen dengan melakukan pengepungan terhadap salah satu perusahann yang mencemari lingkungan dan sumber air meraka


Itulah beberapa pemaparan yang dikumpulkan penulis , semoga bisa menjadi referensi serta bila ada kekurangan maupun kesalahan , akan penulis terima sebagi motivasi penulis dikemudian hari . Terimaksih 

Wassalam …

Thanks To
Sumber :



Share:

Opini Umum



Eps.3


Assalamualaikum wr wb

Pencatutan Pokemon Go 

Diera zaman yang serba canggih dan serba mudah ini masyarakat dimanjakan dengan banyak sekali hal- hal baru untuk membantu manusia melakukan aktifitasnya bukan hanya untuk melakukan sebuah kegiatan , Namun juga untuk sekedar Refreshing manusia memfasilitasi hal tersebut . Yang dekat kaitannya dengan kata Refreshing adalah permainan. Dimana permainan ini banyak ragamnya serta cara mamainkannya bisa dilakukan diwaktu manapun bahkan ada pula yang tidak mengenal waktu dan mengalihkan waktu santai menjadi nomber satu sedangkan rutinitas menjadi tergeserkan prioritasnnya .


Belakangan ini muncul permaina yang mampu menyedot perhatian dunia dengan luncuran permaian dari Ninetendo ataupun Niantic yang mendapat keuntungan Funtastic dengan Pokemon Go yang tampil di perangkat Mobile.Bukan hanya perusahaan yang melejit karena Pokemon Go ini tapi juga jasa lain seperti Go-Jek,Grabe serta Dron yang menjadi fasilitas untuk membantu mencari Pokemon. Lain hal lagi dengan perusahaan eCommerce yang menjual berbagai macam pernak-pernik yang berkaitan dengan Pokemon Go.


Dengan serba-serbi yang datang karena munculnya Pokemon Go ini , banyak pula hal tak terduga dampak negarif dari Pokemon GO ysalah satunya Seperti dilansir News.com.au, Kamis (21/7/2016) tertembaknya 2 remaja . Kepolisian meyakini perburuan Pokemon telah menuntun kedua remaja memasuki wilayah yang berbahaya.Akibat peristiwa penyerangan dengan senjata api itu, Jerson Lopez de Leon tewas, sementara sepupunya Daniel Moises Picen menderita luka parah. Terdapat 20 selongsong peluru yang ditemukan di tempat kejadian sementara penyelidikan terhadap pelaku hingga kini masih terus berlangsung.



Efek lainnya adalah mengaggu waktu belajar,iabdah serta istirahat , dampak ini banyak dialami anak remaja dan dewasa . Dengan banyaknya kopmlen dari masyarakat khususnya orang tua serta peran pemerintah yang ikut bertperan untuk pencatuatan Game Pokemon Go tersebut.

Maka dengan banyaknya pendapat serta kerugian yang ditimbukan kembali segala kendali ada ditangan kita ,mapupun orang tua untuk tetap menjaga kemanan serta kelangsungan hidup dari anak maupun kita sendiri , semua memiliki positif dan negatifnya tergantung bagaimana kita mengaturnya .

Itulah beberapa pemaparan yang dikumpulkan penulis , semoga bisa menjadi referensi serta bila ada kekurangan maupun kesalahan , akan penulis terima sebagi motivasi penulis dikemudian hari . Terimaksih 


Wassalam …



Thanks To


Sumber : 











Share:

Kamis, 30 Juni 2016

Yang membuat peristiwa layak menjadi berita

Eps .2 
“Yang membuat peristiwa layak menjadi berita” 
Assalamualaikum…. Semoga kabar baik bagi semuanya , Aamiin … 
Di luncuran edisi kedua ini setelah kita tau bagaimana suara dari orang yang berkecimpung di dalam dunia Jurnalistik dan yang tidak . Melihat dari hasilnya kebanyakan dari orang-orang yang betrada di luar zona Jurnalistik mengenal kata Jurnalis dengan “pembuat berita” . Karna pada hakikatnya Jurnalis itu adalah seseorang yang berkecimpung di dalam kegiatan Jurnalistik , yakni mengumpulkan berita, mengolah berita ,membuat analisis berita dan mempublikasikannya . 

Sedangkan apa yang bisa menjadi sebuah berita adalah ;
  1. Luar biasa disini adalah hal dimana yang terjadi ini tidak pernah terjadi di dalam keadan biasa-biasa saja . Seringkali hal ini diluar dari apa yang seharunya terjadi . Salah satunya adalah berita “ Istri TNI melahirkan di Mini Bus “ . dalam hal ini seharusnya yang melahirkan berada di rumah sakit atau di ruang persalinan , Namun dalam hal ini menjadi hal yang tidak biasa . Serta biasanya hal ini adalah yang dilakukuan seorang tokoh yang menjadi sorotan . 
  2.  Unik Dalam berita agar dapat mendapatkan nilai dan layak menjadi sebuah berita adalah salah satunya memiliki keunikan . Hal ini menjadi salah satu opsi suatu kejadian menjadi layak di beritakan.Contonhnya , Anak kucing disusui oleh ibu Anjing . Dalam hal ini juga mengandung nilai luar biasa namun juga mendapatkan point unik di tarik dari selayaknya seorang ibu menyusui anaknnya namun akan berbeda jika yang terjadi antara anjing dan kucing yang kita ketahui bahwa keduanya sering bertengkar atau tak akur . Di dalam frame yang buas ini menjadi sisi yang begitu manis maka hal ini menjadi unik dan memiliki daya tarik .
  3.  Efek Hal diluar dari pada apa yang di kemukakan tadi adalah efek , dari efek ini akan menjadi dua hal apakah dari berita yang diajikan akan membuat efek yang baik atau sebaliknya, ketika kita membuat berita tentang seorang nenk tua yang sedang di proses di meja hijau karena hanya mencuri beberapa potong kayu ,efek yang bisa terjadi adalah rasa simpati dengan apa yang terjadi atau akan menimbulkan kemarahan masyarakat yang mengkritik bagaimana hukum yang berlaku saat ini serta keadilan yang di pertanyakan , atau ketika kita membuat berita tentang seorang anak kecil yang mengurus ibunya yang tidak bisa berjalan di sebuah gubuk kecil serta harus mencari makan untuk dirinya dan ibunya , maka efek yang terjadi akan timbul rasa simpati dan empati bahkan akan banyak orang-orang yang merasa tersentuh dan memberikan bantuan kepada anak tersebut , juga bisa dari pihak masyarkat lain akan menghujat bagaiman pemimpin negara dengan melihat kejadian seperti ini bagaimana kesejahteraan yang masih berkutat pada masyarakat yang mudah terjangakau dan strategis . Namun , selayaknya seorang Jurnalis tetap mengankat good news dari peristiwa yang terjadi tidak memberikan kesan menakut-nakuti namun memeberikan pencerahan dari setiap kejadian yang terjadi. Serta tetap berhati – hati dalam setiap penyajian berita yang telah di publikasikan tidak dapat di tarik lagi serta akibatnya yang bisa meluas serta cepat diterima masyarakat mengingat berita atau informasi yang di dapat dari proses komunikasi bersifat irrevesible (tidak dapat kembali seperti semula) setelah mendapatkannya. 
  4.  Aspek Seks Dari hal ini adalah menjadi salah satu berita yang seharusnya bisa di kendaliakan serta bersifat privasi , namun jika tidak dapat di kendalikan bahkan ada penyimpangan maka hal ini akan menjadi bahan untuk jadi peninjauan serta cepat ditangani karena hal ini adalah hal yang bersifat biologis bagi manusia dan akan menjadi catatan penting mengingat manusia ini adalah mahluk yang memiliki akal dan etika tidak sama seperti hewan hal ini menyangkut martabat sebgai seorang manusia . 
  5. Kebaruan Di zaman yang semakin maju ini hal yang di incar dan menjadi informasi adalah hal yang baru , dalam baru disini bisa di tinjau dari sebuah penemuan hal yang barunamun juga bisa sesuatu yang sudah ada namun mendapatkan pembaharuan serta pengembangan dimana hal ini akan tetap menjadi hal yang baru menjadi pengetahuan bagi masyarakat , dari hal ini akan muncul dari segala aspek yang manusia geluti apalagi dari sebuah teknologi,fashion serta hal baru-baru lainnya yang sering menjadi kemajuan serta meringankan sebagian manusia dalam menjalankan aktivitasnya. Itulah beberap aspek dimana sebuah kejadian menjadi layak di beritakan dan memiliki nilai . Untuk siapapun saat membuat berita adalah memperhatikan etika serta pengaruh dari apa yang telah di beritakan , karena Jurnalis adalah seorang yang berilmu memberikan edukasi,informasi , berita serta wawasan bukan adu domba . Menjadi Jurnalis yang sebenarnya denagan ini kita menebar kebaikan untuk mendapatkan pahala bukan dosa .
Terimakasih sudah berkunjung ,jangan lupa tinggalkan komentar serta pesannya yah ( atau hubungi Nama :Imelda Framesti 
Status : Mahasiswi S1 Ilmu komunikasi di salah satu Universitas di Bandung 
E-mail : Imeldaframesti74@gmail.com
Share:

Mengenal Jurnalis

Eps .1 “Mengenal Jurnalis” Bismillahirrahmanirrahim… 
Assalamualaikum wr wb
Pada kesempatan kalai ini Penulis akan mengulas tentang Jurnalistik dari kaca mata penulis .Bagaimana seorang Jurnalis yang melakukan aktivitas-aktivitas Jurnalistik. Seperti yang secara umum diketahui bahwa kehidupan seorang Jurnalis di bumbui dengan banyak tantangan . Dibutuhkan bukan hanya sekedar tenaga namun juga semngat serta ide-ide baru dan kreativitas yang di tuntut harus ada di jiwa seorang Jurnalis . 

Dari banyak pembahasan dari seorang Jurnalis maka terlebih dahulu penulis akan membahas sedikit tentang apa yang sering tersirat jika mendengar kata Jurnalis. Pada dasarnya jika kita melihat dari kehidupan seorang jurnalis untuk yang belum berkecimpung atau bahkan hanya mengenal secara kasat mata. Maka ada hal-hal yang kerap kali terlontar setelah mendengar kata jurnalis . 

 Berikut hasil penebaran questioner dengan pertanyaan “apa yang terpikirkan jika mendengar kata Jurnalis “ kepada 5 orang yang berkecimpung di dunia Jurnalis dan tidak .
 “ Apa yang terpikirkan jika mendengar kata Jurnalis ?” 
 Jawaban dari 5 orang yang tidak berkecimpung di dalam dunia Jurnalistik.

  1. Vivit Mufidah , Mahasiswa tingkat 3 studi psikoterapi “ Jurnalis ….seputar wawancara, berita" 
  2. Jesi Rahmawati , Mahasiswa tingkat 3 studi PGSD “Jurnalis… pemburu berita” 
  3. Shela Aprilia Saputri , Mahsiswa tingakat 3 ,Studi bahasa Indonesia “Jurnalis….suatu profesi yang berhubungan dengab media masa, menulis berita , nulis berita biasanya di publikasikan di koran,televisi,internet, dan media masa lainnya “ 
  4. Yanti Gusrtianti , Mahasiswa tingkat 3 studi perbankan syariah “ Jurnalis … kreatif , punya banyak ide , gak menoton"
  5. Maya Yulinda ,lulusan S1 “ Jurnalis , seorang penulis berita “ 
 “ Apa yang terpikirkan jika mendengar kata Jurnalis ?” Jawaban dari 5 orang yang berkecimpung di dalam dunia Jurnalistik .

  1. Sifa warohmah , Mahasiswa tingkat 3 studi ilmu komunikasi “ Jurnalis , Pemikir” 
  2. Susilawati , Mahasiswa tingkat 5 studi ilmu komunikasi “ Jurnalis ,…. reporter,berita” 
  3. M Ridho , Mahasiswa studi ilmu komunikasi “ Jurnaluis ….sakti,sengsara, di butuhkan”
  4. Fabiola Amanda C , Mahasiswa tingkat 3 studi ilmu komunikasi “ Jurnalis…. Penentu hitam putih dunia, Jurnalis saksi mata kejadian dunia, Jurnalis harus menjadi saksi mata yang siap berbicara , yang siap menceritakan berita yang ada di depan mata dia. Jurnalis harus siap berani mempertanggung jawabkan berita yang dia lihat dan diberitakan. Tanpa memihak kekiri atau kekanan . Jurnalis harus selalu berada di tengah tanpa memihak siapa-siapa. 
  5. Ahmad Samsudin , Mahasiswa tingakat 3 studio ilmu komunikasi “ Jurnalis …, itu seseorang yang aktivitasnya mencari , mengumpukan ,menganalisis,mempublikasikan informasi” 
 Dari hasil penebaran Quetioner kepada 5 orang yang terlibat menjadi seorang jurnalis serta yang tidak ini dapat disimpulkan bahwa , Jurnalis identik dengan berita , Dari Jurnalis itu adalah suatu profesi dimana sseorang itu melakuakan sebuah aktifitas mencari berita, mengumpulkan berita, menganalisis dan mempublikasikannya. Dan kegiatan tersebut dinamakan Jurnalistik .

Secara garis besar baik umum maupun khusus orang-orang telah mengetahui bagaimana sepak terjang seorang Jurnalis dari fenomena yang dialami masa kini Jurnalis seperti apakah yang dibutuhkan berita apa yang di buatnya apa pengaruhnya , di blog ini penulis akan membahas seputar Jurnalistik serta mengaikannya dengan fenomena saat ini , yang selanjutnya akan di bahas bagaimana sebuah peristiwa bia bernilai berita .


 Terimakasih sudah berkunjung ,jangan lupa tinggalkan komentar serta pesannya yah ( atau hubungi Nama :Imelda Framesti 
Status : Mahasiswi S1 Ilmu komunikasi di salah satu Universitas di Bandung 
E-mail : Imeldaframesti74@gmail.com
Share: